Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
NASA Rilis Data Proyeksi Iklim Hingga Tahun 2100
Gedung NASA dan Launch Control Center di Kennedy Space Center, Amerika (Gambar:wikipedia)
Medialingkungan.com – Lembaga penelitian luar angkasa milik Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA) merilis data yang menunjukkan bagaimana pola suhu dan curah hujan di seluruh dunia berubah hingga tahun 2100 akibat efek peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi.
Dataset yang tersedia untuk masyarakat umum itu menunjukkan proyeksi perubahan di seluruh dunia pada tingkat regional dalam skenario yang berbeda berdasarkan peningkatan karbon dioksida dengan 21 model pendekatan simulasi iklim.
Data dengan resolusi tinggi tersebut dapat dipantau setiap hari dengan skala kota masing-masing. NASA menengarai bahwa dataset ini akan membantu para ilmuwan dan perencana untuk melakukan penilaian terhadap risiko iklim dalam memahami efek lokal dan bahaya global yang ditimbulkan, seperti kekeringan, banjir, gelombang panas dan kekurangan produktivitas pada bidang pertanian.
“NASA berusaha mengeksplorasi hal yang telah kita pelajari tentang planet kita dari luar angkasa dan menciptakan produk-produk baru yang membantu kita semua menjaga masa depan kita,” ujar Ellen Stofan, kepala ilmuwan NASA dalam rilis resmi pada Selasa (09/06).
“Dengan dataset global baru, orang di seluruh dunia memiliki alat yang berharga untuk digunakan dalam perencanaan mengatasi pemanasan di planet ini,’ sambung Ellen.
Dataset global ini merupakan produk terbaru dari NASA Earth Exchange (NEX), sebuah pusat data dengan platform penelitian NASA Advanced Supercomputing Center di Ames Research Center, Moffett Field, California.
Sebelumnya, pada 2013 NEX telah merilis data proyeksi iklim yang sama – khusus untuk daratan Amerika Serikat, yang digunakan untuk mengukur risiko iklim pada bidang pertanian, hutan, sungai, dan kota.
“Ini adalah big-data untuk penelitian iklim dan penilaian dengan berbagai aplikasi,” kata Ramakrishna Nemani, ilmuwan NEX di Ames. “NASA terus menghasilkan produk berbasis masyarakat yang berharga di NEX untuk mendorong kemajuan sains secara kolaboratif, berbagi pengetahuan, serta penelitian dan pengembangan.”
Dataset NASA itu mengintegrasikan pengukuran aktual dari seluruh dunia dengan data simulasi iklim yang diciptakan Fifth Coupled Model Intercomparison Project.
Menurutnya, simulasi iklim ini menggunakan model fisik terbaik dari sistem iklim yang tersedia untuk memberikan perkiraan tentang perbandingan iklim global layaknya dua hal yang berbeda dari efek emisi gas rumah kaca, yakni “seperti biasanya” atau skenario berdasarkan tren saat ini, dan “kasus ekstrim”, yakni peningkatan emisi yang signifikan.
Proyeksi iklim NASA itu memberikan tampilan rinci dari suhu dan pola curah hujan di seluruh dunia pada resolusi 25 kilometer, yang mencakup periode waktu dari tahun 1950 sampai 2100.
Dataset dengan kapasitas 11-terabyte juga memberikan perkiraan harian maksimum dan suhu minimum serta curah hujan di seluruh dunia.
NASA mengembangkan cara-cara baru untuk mengamati dan mempelajari sistem alam di bumi yang saling berhubungan dengan catatan data jangka panjang.
Badan ini bebas berbagi pengetahuan dan bekerja dengan lembaga di seluruh dunia untuk mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana bumi ini berubah. (Fahrum Ahmad)