Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Peringati Hari Bakti Rimbawan 2016, KLHK dan KOWANI Tanam Mangrove
Pegawai KLHK dan KOWANI menanam Mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Muara Angke, Jakarta, Minggu (06/03) {Gambar: Mediajakarta.com}
Medialingkungan.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menanam sekitar 100 pohon mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Muara Angke, Jakarta, Minggu (06/03). Kegiatan terswbut merupakan rangkaian memperingati Hari Bakti Rimbawan dan Lingkungan Hidup ke-33 tahun 2016.
Bertemakan “Bakti Rimbawan Membangun Hutan dan Lingkungan”, KLHK mengajak KOWANI sebagai federasi keorganisasian dari 86 organisasi wanita seluruh Indonesia untuk ikut berkontribusi menanam mangrove.
Hutan mangrove Indonesia merupakan yang terluas di dunia dengan luas lebih dari 37 juta ha sekaligus sebagai salah satu penyimpan karbon terbesar. Mangrove tersebar dominan di Papua, Kalimantan dan Sumatera dengan garis pesisir sepanjang 95.000 kilometer. Atau dengan kata lain, Indonesia mewakili 23 persen dari keseluruhan ekosistem mangrove dunia.
Namun, dalam tiga dekade terakhir Indonesia kehilangan 40 persen mangrove. Deforestasi mangrove Indonesia terhitung sebesar 6 persen dari total kehilangan hutan tahunan.
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Agus Justianto berharap, KOWANI sebagai organisasi wanita dapat memberi pengetahuan dan mendidik anak-anak bangsa agar cinta lingkungan.
Agus yang juga selaku Ketua Panitia Peringatan Hari Bakti Rimbawan dan Lingkungan Hidup Tahun 2016 tak lupa mgnimbau seluruh anggota KOWANI untuk menanam pohon minimal 25 batang per orang, mengembangkan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu, serta melakukan aksi nyata peduli lingkungan bagi seluruh wanita Indonesia.
Ketua KOWANI 2014 – 2019, Giwo Rubianto, mengapresiasi Kementerian LHK atas kegiatan penanaman mangrove tersebut. Kegiatan itu sejalan dengan Flatform KOWANI di bidang Lingkungan Hidup berupa sosialisasi pengendalian kerusakan lingkungan, pencegahan bencana lingkungan, sadar dampak perubahan iklim, dan penanaman budaya tanam dan pelihara.
“Hari ini sebuah upaya kecil dengan komitmen besar dimulai untuk kelestarian alam dan lingkungan”, tutur Giwo, seperti dilansir Mediajakarta.com (06/03).
Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Tachrir Fathoni mengungkapkan apresiasinya atas upaya KOWANI dalam pelestarian lingkungan.
“Sungguh merupakan sejarah jika KOWANI bisa menanam mangrove, sebab kehidupan dimulai dari air, jika tidak ada air, tidak ada kehidupan, sementara air berasal dari pohon,” katanya.
Lebih lanjut ia katakan bahwa air dan oksigen adalah sumber kehidupan utama yang dihasilkan oleh pohon. Mudah-mudahan pohon yang ditanam hari ini menjadi tonggak sejarah, “dan Blok tanaman KOWANI di TWA ini akan dikenang sepanjang sejarah bangsa dan dunia.” {Fahrum Ahmad}