‘Bedog Arts Festival’ Perpaduan Seni Budaya dan Lingkungan

 ‘Bedog Arts Festival’ Perpaduan Seni Budaya dan Lingkungan

salah satu potret kegiatan Bedog Arts Festival (gambar: Wiga)


Medialingkungan.com – Ratusan seniman lokal dan internasional akan terlibat dan mengekspresikan karya pada alam di sekitar aliran Sungai Bedog dalam ‘Bedog Arts Festival VI’ yang akan digelar di Studio Banjarmili, Dusun Kradenan, Banyuraden, Gamping, Sleman, pada Jumat dan Sabtu malam (5-6/09).

Festival ini merupakan program rutin yang ditengarai untuk mendorong kembali budaya Sungai Bedog termundurkan akibat globalisasi dan era teknologi. Dalam acara tersebut ada yang tampil di panggung yang dibuat di atas sungai, di tebing, hingga di area sumber air.

Menurut pimpinan Studio Banjarmili, Martinus Miroto, festival kali ini juga bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan aksi nyata yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup.

Implementasi ini telah dilakukan dua tahun lalu dengan membuat pembibitan pohon aren sebanyak 200 bibit yang pada tahun ini siap untuk ditanam. Kendati pertumbuhan dan perkembangan pohon tiap bibit berbeda-beda, namun substansi pelestarian lingkungan adalah poin prioritas ini.

Penggagas Bedog Arts Festival, selain Miroto juga GKR Pembayun dan Garin Nugroho untuk memberikan wadah dialog tari yang berbeda, dengan menggunakan sungai sebagai tempat aktivitas. “Ini untuk menunjukkan secara nyata kepedulian seni pada lingkungan terutama sungai sebagai sumber kehidupan di lingkungan masyarakat Dusun Kradenan,” kata Miroto di sela persiapan Kamis (04/09).

Jumat pagi (05/09), dilakukan workshop tari dengan fasilitator dari Korea di pendapa Widhi Widhana SMK 1 Kasihan, Bantul (SMKI Yogyakarta).  Kemudian malam tadi, tampil Syalawatan (Cokrobedog), CIO Indonesia Arts Culture (Lumajang), Yoka Jones (Australia), I Putu Bagus Bang sada (Bali), Janette Hoe (Australia), Mugi Dance kolaborasi dengan Jin Hi Kim (Solo-Korea), Alan Schacher (Australia), Pradapa Loka Bhakti (Pacitan).

Malam ini, Sabtu (06/09), akan tampil Tim Craft I (Australia), Ayu Permata Sari (Lampung), Weizhen Ho (Australia), Just Body (Korrea), Mike Hornblow (Selandia Baru), Maharani, Imin, Dhany (Solo), Paco (Yogyakarta), Tony Yaps (Australia), Sanggar Panderman (Batu), Deden Trisnawan (Bandung). 

Festival ini dinilai mampu mengentalkan lagi budaya di kota ini. Pesta kembang api juga akan menambah riuh penutupan kegiatan tersebut malam nanti. (MFA)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *