Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Forum G20 Bahas Pariwisata Berkelanjutan
G20 Leader summit melakukan foto bersama (Gambar: PBB)
Medialingkungan.com – Bertempat di Brisbane, Australia, tempat seluruh pemimpin yang tergabung dalam G20 berkumpul untuk membahas peningkatan ekonomi negara dan ketenagakerjaan. Beberapa jam sebelum pidatonya, Presiden AS, Barack Obama di Universitas Queensland, Brisbane Sabtu lalu (15/11), para pemimpin industri pariwisata dari seluruh dunia sibuk pada forum yang membahas cara-cara untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan seimbang – dalam kondisi menanggapi tantangan yang mendesak dari pemanasan global.
Benar saja, agenda forum itu setara dengan pesan lingkungan yang disampaikan pada hari berikutnya oleh Presiden AS. “memerangi perubahan iklim tidak bisa menjadi pekerjaan pemerintah saja,” ungkap Obama dalam rilis G20 yang diterima medialingkungan.com.
Tuntutan sumberdaya alam yang meningkat, menyebabkan penipisan sumberdaya berkelanjutan dan peningkatan dramatis dalam emisi karbon dioksida dan polusi terutama dampak dari sistem transportasi (WWF. INTERNATIONAL, living planet report, 2000).
Dalam hal ini, sektor pariwisata menuntut dukungan alam sebagai aset utamanya. Diluar itu, ada banyak komponen yang berperan, sehingga dalam sambutannya, CEO EarthCheck dan Ketua forum, Stewart Moore, mengatakan bahwa industri pariwisata – yang merupakan industri dengan pertumbuhan tercepat di dunia – yang menyimpan (footprint environment) jejak lingkungan atau jejak ekologi ‘perlu dikelola secara lestari’.
“Industri pariwisata global bernilai total sebesar $1.400 Milliar. Untuk Australia saja menghasilkan sebesar $36 Miliar. Dan, ya, itu tidak membawa footprint, ” kata Moore kepada para tamu undangan yang dari berbagai profesi, mulai dari pelaku bisnis perhotelan hingga perwakilan maskapai penerbangan, pejabat pemerintah, akademisi dan tokoh masyarakat pariwisata.
Dikatakan bahwa dunia saat ini sedang mengalami defisit ekologi, sehingga kemampuan lingkungan hidup menampung kebutuhan manusia perlu memikirkan keberlanjutannya. Ecological Footprint (EF) merupakan suatu ukuran kebutuhan manusia terhadap ekosistem bumi dan alam. Dengan kata lain, EF merupakan luas tanah produktif dan air yang diperlukan secara terus-menerus untuk dapat menghasilkan semua sumber daya yang bisa dikonsumsi oleh suatu populasi tertentu dan mengasimilasikan semua limbah yang dihasilkan (Rees dan Wackernagel,1996). Hal ini bertujuan untuk menentukan sampai sejauh mana beban manusia terhadap kapasitas regeneratif dari biosfer (Haberl et al, 2001).
“Nilai-nilai yang sangat berkaitan dengan lingkungan dan aset budaya merupakan penarik minat wisatawan ke tujuan pariwisata yang memerlukan perlindungan serta pengelolaan secara bertanggung jawab. Industri pariwisata dan pengelola adalah kunci utama untuk menciptakan perubahan ini. Kita tidak bisa menunggu pemerintah untuk bertindak,” sambung Moore.
Hal yang demikian juga dikhawatiran Obama – tentang Great Barrier Reef dan keinginannya untuk memperlihatkannya pada anak cucu kelak, 50 tahun lagi dari sekarang – untuk “anugerah alam yang luar biasa”.
Profesor Susanne Becken (Professor of Tourism) dari Universitas Griffith sekaligus anggota dari EarthCheck Research Institute mengatakan, “sustainability tidak bisa dipisahkan dari proses itu”.
“Tidak pernah ada waktu yang lebih baik dari sekarang bagi para pengelola, masyarakat, dan pemerintah bekerjasama untuk menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan dalam perancangan dan pengelolaan wilayah termasuk di sekitar area pariwisata,” kata Becken.
“Kita perlu meniru studi kasus seperti Meksiko Huatulco yang telah berhasil menurunkan jejak dengan melibatkan masyarakat, industri dan pemerintahnya.”
Ancaman terbesar bagi lingkungan akibat kebutuhan manusia yang selalu meningkat, yaitu pada emisi karbondioksida (CO2) yang menyebabkan pemanasan global dan polusi pencemaran serta banyaknya sampah akibat ketidakdisiplinan masyarakat dalam membuang sampah. (MFA)