Hujan Abu Tropis Di Sekitar Rinjani Perpanjang Penutupan Bandara Denpasar dan Lombok

 Hujan Abu Tropis Di Sekitar Rinjani Perpanjang Penutupan Bandara Denpasar dan Lombok

Bandara Ngurah Rai ditutup akibat hujan abu tropis kaldera Gunung Rinjani. (Gambar. Istimewa)


Medialingkungan.com – Erupsi Gunung Barujari, gunung di dalam kaldera Gunung Rinjani mengakibatkan penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar dan Bandara Lombok Praya, Lombok diperpanjang hingga Kamis (05/11) pukul 08.45 WITA.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, JA Barata dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (04/11) mengatakan penutupan tersebut berdasarkan “notice to airmen” (Notam) nomor A2470/15 “Bandara Ngurah Rai Bali dan Selaparang ditutup sampai Kamis pagi 5/11/2015 pukul 08.00 WITA dan akan dievaluasi kembali besok pagi,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa Gunung Rinjani yang terletak di dalam wilayah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, kembali meletus pada Selasa (03/11).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan letusan terjadi beberapa kali sejak Selasa pagi (03/11). Lebih lanjut ia katakan, tinggi letusan mencapai sekitar 3.500 meter dpal atau sekitar 1.000 meter atas Kawah Barujari.

“Abunya sangat halus dan terbawa angin ke arah barat. Berdasarkan citra Satelit Terra, terpantau sebaran abu vulkanik menutupi Selat Lombok, wilayah Bali, Selat Bali hingga Banyuwangi,” katanya seperiti dilansir CNN.

Sutopo menambahkan, Hujan abu tipis terus berjatuhan di daerah-daerah itu. Akibatnya, tujuh desa di Kabupaten Lombok Utara dilanda hujan abu. Merespon bencana ini, BPBD Provinsi NTB telah membagikan 4.000 masker kepada masyarakat.

“Kondisi demikian menyebabkan operator Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, menutup sementara operasional bandara,” ungkap Sutopo.

Penutupan berdasarkan informasi BMKG dan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) di Darwin. Dia mengatakan status Gunung Rinjani masih Waspada atau berada pada level II — yang diberlakukan sejak 25-10-2015 pukul 13.00 WITA. “PVMBG terus melakukan pemantauan secara intensif guna mengevaluasi tingkat aktivitas G. Rinjani.”

Situasi terkini masih terdapat potensi erupsi lanjutan yang diindikasikan dengan terekamnya gempa tremor Hembusan dengan amplitudo maksimum 2-3 mm dengan lama gempa 5-10 detik.

Sutopo memperingatkan agar masyarakat di sekitar Gunung Rinjani dan pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas/berkemah di dalam Kaldera Gunung Rinjani pada radius 3 km dari kawah Gunung Barujari yang berada di dalam Kaldera G. Rinjani.

Ia menambahkan, masyarakat di sekitar Gunung Rinjani tetap tenang, waspada, “dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Rinjani.” {Fahrum Ahmad}


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *