Konvensi Ramsar Ke-12, Upaya Selamatkan Lahan Basah Dunia

 Konvensi Ramsar Ke-12, Upaya Selamatkan Lahan Basah Dunia

World Wildlife Fund melaporkan bahwa 76 persen tanaman dan spesies hewan yang terkait dengan lahan basah telah lenyap dalam kurun waktu 40 tahun terakhir (gambar: Pixabay.com)


Medialingkungan.com – Lebih dari 800 delegasi dari 160 negara di dunia sedang mengikuti Ramsar Convention on Wetlands di Punta del Este, Uruguay. Konvensi yang dilaksanakan sejak 1 Juni hingga 9 Juni 2015 ini dilakukan untuk membicarakan solusi mengenai semakin berkurangnya lahan basah di dunia. 

Perjanjian Konvensi Ramsar ke-12 ini menyediakan kerangka kerja untuk konservasi dan penggunaan lahan basah dan sumber dayanya dengan cermat.

Dr. Christopher Briggs, Sekretaris Jenderal Konvensi Ramsar, seperti yang dilansir vaoindonesia.com mengungkapkan lahan basah sangat penting karena kemampuannya menyediakan air tawar yang merupakan kebutuhan paling mendasar manusia.

“Semua air tawar kita berasal dari lahan basah. Lahan basah juga memurnikan air dari polusi. Mereka juga menyimpan karbon. Mereka adalah sumber mata pencarian dari 660 juta orang di seluruh dunia hidup dari budidaya dan perikanan dari lahan basah.” Ujarnya.

Menurut para ahli 64 persen lahan basah di dunia sejak tahun 1900, dan sekitar 40 persen lahan basah yang masih tersisa telah terdegradasi dalam 40 tahun terakhir dengan laju degradasi satu setengah persen per tahun.

Briggs menjelaskan hal ini disebabkan oleh gemarnya manusia melakukan pembangunan di dekat maupun di atas lahan basah.

“Dan ketika kita kekurangan lahan basah, sangat penting untuk masa depan, untuk masa depan yang berkelanjutan, untuk menyadari bahwa kita perlu berhenti, mencegah dan memulihkan lahan basah,” ucapnya.

Selain itu, Dia juga menjelaskan kemampuan lahan basah memberikan perlindungan terhadap dampak perubahan iklim dengan cara menyimpan karbon dalam jumlah besar dan mencegahnya memasuki atmosfer.

Dengan mengambil contoh lahan gambut, Briggs menuturkan lahan yang hanya menutupi tiga persen permukaan bumi tersebut, mampu menyimpan karbon dua kali lebih banyak dibandingkan semua hutan di dunia.

Briggs pun berharap delegasi akan menyetujui rencana strategis yang ambisius untuk mencegah, menghentikan dan membalikkan degradasi lahan basah. (Irlan)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *