Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Panasonic Dorong Penggunaan Teknologi Ramah Lingkungan
Salah satu spot pada Pameran Panasonic di Hotel Shangri La, Jakarta, Senin (13/10). (Gambar: detik.com)
Medialingkungan.com – Panasonic, perusahaan elektronik multi-nasional, memperkuat pasarnya di Indonesia dengan memfokuskan pada langkah penyediaan energi menggunakan teknologi ramah lingkungan melalui salah satu komitmen yang diimplementasikan dengan strategi bisnis sektoral.
“Komitmen kami ditujukan melalui strategi bisnis yang meliputi seluruh sektor B2B (busniess to business) dan B2G (business to goverment). Kami (Panasonic) sebelumnya dikenal dengan pasar B2C (business to consumer),” kata Presiden Komisaris Panasonic Gobel Indonesia, Rachmat Gobel dalam acara “Panasonic Solution Forum” di Hotel Shangri La, Jakarta, Senin (13/10).
Rachmat mengatakan, tantangan Indonesia saat ini adalah minimnya ketersediaan energi yang berefek pada tidak optimalnya peran teknologi yang ramah lingkungan dalam mendukung pertumbuhan industri.
Ia juga berseloroh bahwa tantangan menjadi makin kompleks dengan ketersediaan energi yang bersumber dari cadangan minyak bumi semakin krisis, kemudian konsumsi energi juga berbanding lurus dan terakselerasi seiring peningkatan jumlah penduduk.
Kompleksitas itu menjadikan peluang bagi pihak korporasinya untuk menawarkan produk ramah lingkungan dan hemat energi di seluruh sektor.
“Kami berkomitmen dengan para pemangku kepentingan di Indonesia guna mengatasi masalah-masalah penting di berbagai sektor energi, infrastrukur, transportasi, pangan dan pertanian,” jelasnya.
Dalam acara tersebut, perusahaan manufaktur ini menyontohkan solusi hemat energi yang diterapkan di Kota Pintar Fujisawa, Tokyo, dengan mendisplay beberapa produk yang digunakan di sana.
Sejak 2007, kota tersebut dalam proses transformasi menjadi smart city mengandalkan produk-produk Panasonic. Kota Fujisawa memiliki luas 19 hektar dan dihuni 3.000 orang – 1.000 rumah mampu bertahan selama 3 hari dengan menggunakan energi mereka sendiri – yang tersimpan di dalam baterai ramah lingkungan dengan penggunaan sistem panel surya (solar panel).
Sehingga kota itu dapat mengurangi konsumsi CO2 hingga 70% dan penggunaan air hingga 30% dengan tingkat penggunaan energi baru dan terbarukan hingga 30%. (MFA)