Pasca Tsunami 10 Tahun Silam, Warga Aceh Masih Krisis Air

 Pasca Tsunami 10 Tahun Silam, Warga Aceh Masih Krisis Air

Ilustrasi krisis air bersih (gambar:dok)


Medialingkungan.com – Memasuki tahun ke-10 tragedi tsunami yang melanda beberapa daerah di Aceh ternyata masih menyisakan sekelumit persoalan. Warga Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh misalnya. Sebagai daerah yang terparah pasca bencana, hingga 10 tahun kemudian mereka masih mengeluhkan suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum di Banda Aceh.

Kondisi tersebut memaksa warga untuk menggunakan air yang tidak layak konsumsi. Tsunami membuat hampir semua sumur warga menjadi asin. Tak ayal warga harus memebli air dari Penyedia jasa air Mobil tangki bila ingin mendapatkan air yang berkualitas.

“Kami di kawasan Ulee Lheue dan sekitarnya sudah lama tidak ada air bersih, kami ini yang perlu diperhatikan agar warga bisa menggunakan air yang bersih,” keluh Kepala Desa Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa Banda Aceh, M Yasin.

Hal itu dia sampaikan di diskusi penyampaian visi-misi capres-cawapres yang diselenggarakan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh dihadiri tim sukses dari dua pasangan capres, Illiza Sa’aduddin Djamal dari tim Prabowo dan Irwan Djohan dari tim Jokowi. Hadir pula dala acara itu Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.

M Yasin mempertanyakan alasan saluran pipa yang sudah ada tapi tidak difungsikan untuk menyalurkan air ke rumah warga.

Menengarai keluhan itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengakui minimnya suplai air di wilayah tersebut, namun ia berdalih, kondisi ini terjadi karena di kawasan Ulee Lheue ada kebocoran pipa, sehingga air bersih tidak tersuplai dengan baik ke rumah warga.

“Benar, di kawasan Ulee Lheue saya juga sudah dapati kurang tersuplai air bersih,” ungkap Illiza.

Illiza meminta kepada masyarakat Ulee Lheue untuk bersabar. Dia mengklaim saat ini pihaknya telah menginstruksikan dinas terkait untuk memperbaiki secepatnya agar warga bisa menikmati air bersih di seluruh Banda Aceh. (MFA)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *