Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Pasokan Batu Bara Indonesia Sanggup Tutupi Kebutuhan Domestik
ilustrasi, Hasil tambang batu bara di kaltim (gambar:medialingkungan)
Medialingkungan.com – Indonesia selaku eksportir terbesar batubara dunia diproyeksikan bisa melebihi proyeksi pemerintah. Produksi batubara di Indonesia itu bisa mengerek harga batubara terendah lebih dari empat tahun.
Dari hasil perhitungankontan.co.id Produksi batubara Indonesia tahun ini diproyeksikan naik menjadi 425 juta metrik ton dari realisasi tahun lalu sebanyak 421 juta tahun lalu.
Informasi ini disampaikan oleh Bob Kamandanu, Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) kepadaBloomberg.
Sebelumnya, pemerintah berkomitmen membatasi produksi batubara sebanyak 400 juta ton guna mengatasi penurunan harga batubara lebih lanjut.Global Finansial Morgan Stanleymelaporkan, pasokan batubara global berada di atas permintaan yang mencapai 4,9 juta ton tahun ini.
“Pemerintah sejauh ini hanya bisa meminta penambang membatasi produksi, tetapi tidak menerapkan aturan yang tegas,” kata Kamandanu. Akibat tak ada aturan dan sanksi pembatasan produksi batubara itu, membuat produksi batubara bisa melebihi 400 juta ton.
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral memperkirakan produksi batu bara Indonesia pada 2014 mencapai 368 juta ton. Sekitar 25,9 persen atau 95,5 juta ton diantaranya akan dialokasikan untuk kebutuhan batu bara domestik.
Hal tersebut diatur dalam Keputusan Menteri ESDM nomor 2901 K/30/MEM/2013 Tentang Penetapan Kebutuhan dan Presentase Minimal Penjualan Batubara Untuk Kepentingan Dalam Negeri Tahun 2014. Keputusan itu ditanda tangan oleh Menteri ESDM tanggal Juli 2013 lalu.
Kebutuhan batu bara domestik akan dialokasikan terbesar untuk perusahaan listrik plat merah, PT PLN (Persero) sebesar 57,4 juta ton kemudian disusul untuk pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) 19,91 juta ton dan kebutuhan industri semen sebesar 9,8 juta ton. (MFA)