Peneliti: Seluruh Daratan di Bumi Akan Menyatu “Lagi”

 Peneliti: Seluruh Daratan di Bumi Akan Menyatu “Lagi”

Ilustrasi (Gambar:Live Science)


Medialingkungan.com – Pada tahun 2012 silam Live Science melansir hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Nature yang dilakukan oleh Ross Mitchell, ahli geologi di Yale University bersama beberapa rekannya. Dikatakan bahwa di masa lalu, Bumi tertutup oleh gabungan dari berbagai benua raksasa yang disebut sebagai supercontinent. Para ahli geologi ini berkesimpulan bahwa penggabungan tersebut pernah terjadi berkali-kali, dan akan terjadi lagi di masa yang akan datang.

Supercontinent yang akan terbentuk di masa depan itu disebut Amasia. Menurut para peneliti ini, Amasia tersebut terbentuk dari benua Asia dan Amerika yang bergerak ke arah utara, kemudian menyatu dan menutupi samudera Arctic.

Model konvensional tentang pembentukan supercontinent dibagi menjadi tiga. Pertama adalah introversi, yaitu supercontinent terbentuk di atas superkontinen yang ada sebelumnya. Kedua, jika yang terjadi adalah proses sebaliknya, maka disebut ekstroversi. Ketiga adalah orthoversi, yang berarti Amasia akan terbentuk menyamping dari lokasi supercontinent yang pernah ada dahulu.

Mereka fokus pada model ketiga dalam merumuskan penyatuan seluruh daratan di Bumi. Model orthoversi yang digunakan Mitchell dan rekannya mendasarkan pergerakan benua ke lokasi tempat tepian superkontinen terdahulu berada. Misalnya, ketika Pangaea pecah, bagian tepinya masuk ke dalam Bumi (terjadi subduksi atau penekukan).

Zona-zona penekukan tersebut kini mengelilingi Samudera Pasifik dan dikenal sebagai Rings of Fire (Cincin Api), yaitu lokasi terjadinya banyak gempa bumi dan letusan gunung berapi di masa kini. Melalui tersebut, benua masa kini akan bergeser entah ke utara atau selatan, di sekitar wilayah Cincin Api.

Untuk melihat model mana yang bakal membentuk Amasia, para peneliti mencoba melihat model paling sesuai dengan data pembentukan supercontinent di masa lalu. Termasuk data mengenai pembentukan Pangaea dan Rodinia, antara 750 juta sampai 1,1 miliar tahun lalu, serta Nuna, yang terbentuk antara 1,5 juta sampai 1,8 juta tahun lalu.

Jadi, kapan kira-kira supercontinent Amasia akan terbentuk?

Menurut Mitchell, sulit untuk menjawab tahun tepatnya pembentukan itu akan terjadi. Pasalnya, siklus benua tidak bisa disamakan dengan siklus musim. Namun, berpatokan dari sejarah pembentukan Pangaea 300 juta tahun lalu, kemunculan Amasia bisa diperkirakan. “Kita bisa memprediksi kisaran pembentukan Amasia dimulai dari 50 sampai 200 juta tahun dari sekarang,” kata Mitchell. (MFA)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *