Surabaya Jadi Tuan Rumah Kongres Ekonomi Biru Dunia

 Surabaya Jadi Tuan Rumah Kongres Ekonomi Biru Dunia

Kota Surabaya menjadi tuan rumah Kongres Ekonomi Biru Dunia ke-9 (Gambar: oneone kencrute)


Medialingkungan.com – Indonesia akan menjadi tuan rumah Kongres Ekonomi Biru Dunia ke-9 yang akan dilaksanakan di Kota Surabaya pada tanggal 13 – 15 April 2015 mendatang.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini The Blue Economy Foundation, bekerjasama dengan pusat penelitian di beberapa institusi pemerintah maupun non-pemerintah, Universitas serta para pegiat ekonomi biru yang dianggap telah berhasil melaksanakan ekonomi biru pada industrinya.

The Blue Economy Foundation adalah sebuah organisasi nirlaba yang memiliki misi untuk mempercepat realisasi keterlibatan masyarakat dengan memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR) pihak industri yang mengelola sumber daya alam.

Istilah ekonomi biru pertama kali diperkenalkan pada tahun 2010 oleh Gunter Pauli melalui bukunya yang berjudul The Blue Economy: 10 years – 100 innovations – 100 million jobs. Ekonomi biru kemudian berkembang dan sering dikaitkan dengan pengembangan daerah pesisir.

Seperti halnya ekonomi hijau, ekonomi biru sendiri juga merupakan suatu rangkaian pendekatan dalam kegiatan industri yang meliputi beberapa aspek antara lain ramah lingkungan, multi produk, sistem produksi bersiklus, minimum buangan, dan aspek yang berkelanjutan.

Namun yang ditekankan dalam ekonomi biru adalah pada aspek inovasi yang berwawasan ekosistem, sains, dan teknologi serta keterlibatan masyarakat melalui transfer pengetahuan dan praktik kewirausahaan agar mampu mendorong kemajuan pada sektor ekonomi lokal.

Selama kegiatan ini, mereka akan mengidentifikasi program prioritas, memonitor implementasi program, mengevaluasi implementasi program kelautan dan perikanan dengan melibatkan masyarakat melalui transfer pengetahuan dan praktek kewirausahaan yang kompetitif.

Kongres ini merupakan lanjutan dari konggres yang dilaksanakan di Kota Madrid, Spanyol pada tahun 2013. Kegiatan ini juga rencananya akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Dwisuryo Indroyono Soesilo serta Gunter Pauli.

Diakhir acara, peserta akan diajak untuk melakukan kunjungan lapangan pada dua tempat yakni tambak budidaya mangrove milik politeknik Perikanan dan Kelautan Sidoarjo serta Pusat Pelatihan di Trawas milik Universitas Surabaya. (Irlan)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *