Tercemar Limbah Tambang, 400 Ekor Sapi di NT Dimusnahkan

 Tercemar Limbah Tambang, 400 Ekor Sapi di NT Dimusnahkan

Ternak yang diduga tercemar timbal tidak dijual ke pasar baik lokal maupun ekspor (Gambar: Radio Australia)


Medialingkungan.com – 400 ekor sapi di kawasan peternakan Roper River, Northern Territories (NT), wilayah utara Australia yang beribukota di Darwin, tercemar limbah dari pertambangan McArthur River. Tudingan ini disampaikan oleh pengacara lingkungan NT.

Departemen Industri Primer NT, pada Jum’at (21/08) lalu mengumumkan ratusan ternak berpotensi tercemar racun berbahaya setelah merumput di sebuah lokasi tambang di wilayah Roper River Northern Territories, tapi tidak menyebutkan nama tambang tersebut demi alasan hukum.

Separuh dari total ternak terkena dampak limbah telah ditembak, dan sisanya dikarantina karena dikhawatirkan mengontaminasi hewan lain di wilayah tersebut.

Tambang McArthur River (MRM) adalah salah satu produsen timbal, seng dan perak terbesar di dunia. Orang-orang dari kota terdekat  — Borroloola — telah menyuarakan keprihatinan tentang potensi limbah dari tambang itu yang mengalir ke sungai dan pada bulan Oktober tahun lalu, yang dilanjutkan dengan penyelidikan.

Tim penilai lingkungan hidup menemukan sembilan dari sepuluh ikan di sungai terdekat mengandung kadar timbal di atas ambang batas aman untuk dikonsumsi manusia.

Ke-400 ekor ternak yang berada dalam radius 100 km persegi dari lokasi tambang tersebut telah dikarantina dan dimusnahkan, kata Kepala Peternakan dari Departemen Industri Primer NT, Dr Malcolm Anderson, seperti dikabarkan Radio Australia.

Menurut Anderson, tidak ada ternak yang positif tercemar, yang sudah dijual ke pasar lokal maupun ekspor.

“Kami mendapati masalah ini 12 bulan lalu dari Departemen Tambang dan Energi kalau ternak-ternak di kawasan ini berpotensi terpapar kontaminasi limbah beracun.”

“Kami menyelidikinya dan baru-baru ini kami menemukan dua ekor lagi ternak yang tercemar karena digembalakan di dekat kawasan tambang,”

Menurutnya, kontaminasi ini hanya akan berdampak pada manusia setelah ternak-ternak itu terpapar dalam waktu yang lama akibat mengkonsumsi makanan yang tercemar limbah beracun itu.

Kepala Pengacara Lingkungan NT, David Morris mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan dari publik terkait pencemaran ini melalui mekanisme Kebebasan Informasi sejak 4 bulan yang lalu.

“Perusahaan tambang McArthur River diwajibkan untuk menerbitkan informasi apapun terkait masalah ini,” katanya.

Dalam menanggapi tuduhan ini, pemilik tambang, Glencore mengatakan, tambangnya terletak dilahan yang disewakan untuk menggembalakan sekitar 17 ribu ekor sapi.

“Sebagian besar dari rencana pengelolaan ternak kami berfokus pada wilayah berpagar di dalam lokasi tambang dan di daerah sekitar dekat beroperasinya pertambangan dan situs penting bagi budaya untuk masyarakat adat lokal seperti Barramundi,” demikian kata juru bicara tambang tersebut.

“Kami akan terus bekerja dengan pemerintah mengenai rencana pengelolaan ternak kami. Selain itu, pemagaran akan dilakukan secara teratur untuk mencegah ternak ke lokasi tambang,”

“Sebagai penduduk Teritori tahu menjaga pagar tetap berdiri selama musim hujan merupakan tantangan besar karena banjir kerap menghancurkan pagar-pagar tersebut setiap tahunnya. MRM juga mempertimbangkan saran mengenai bagaimana membangun pagar di sungai dan saluran sungai untuk lebih bisa kuat menahan hujan pada musim hujan.” (Fahrum Ahmad)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *