Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Baterai Masa Depan Berbasis Air
percival zhang menunjukkan baterai masa depan (gambar:ristek)
Medialingkungan.com – Riset yang dilakukan para peneliti di University of Southern California, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan baterai organik bebasis air yang ditengarai sebagai solusi energi masa depan.
Meski belum mampu memebrikan energi yang besar, namun baterai yang dikembangkan tanpa menggunakan logam atau bahan beracun itu dapat mendukung daya bagi pembangkit listrik. Bahkan menurut Sri Narayan, profesor kimia University of Southern California Dornsife College of Letters, Arts and Scinecs, baterai jenis ini lebih tahan lama, juga bernilai ekonomis.
“Baterai bertahan selama 15 ribu siklus pengisian ulang, jari perkiraan umur 15 tahun,” ujarnya pada lansiran Sceince Daily, kemarin (26/06).
Bersama rekannya, Surya Prakash — Profesor kimia dan Direktur USC Loker Hydrocarbon Research Institute serta tiga peneliti Bo Yang, Lena Hoober-Burkhardt, dan Fang Wang dari USC, ia secara tegas mengatakan, baterai alternatif itu memiliki siklus 5 kali lipat, sebab pada baterai Lithium ion akan bertahan dalam 1.000 siklus dan dengan biaya 10x lebih banyak dalam memproduksinya.
Prakash juga mengapresiasi penemuan ini. Pasalnya, baterai alternatif itu akan mengubah peta penyimpanan energi listrik, terutama dalam hal kesederhanaan, biaya, kontinuitas.
Ia menyebutkan bahwa kunci terobosan itu terletak pada bahan elektroaktif. Para peneliti itu ingin menemukan senyawa organik yang dapat dilarutkan dalam air, berbeda dengan baterai kebanyakan yang mengandung desain berbahan logam.
Dalam pengembanganya, ia menemukan bahwa melalui kombinasi desain trial dan error, peneliti menemukan beberapa kuinon alami, senyawa organik yang teroksidasi, sesuai dengan yang dibutuhkan.
Kuinon ditemukan dalam tanaman, jamur, bakteri dan beberapa hewan. Senyawa ini juga terlibat di dalam fotosintesis dan pernafasan sel.
“Ini merupakan jenis molekul yang menggunakan alam untuk mentranfer energi,” jelas Narayan.
Menurut peneliti, dengan menggunakan sistem itu, maka akan menciptakan dampak yang seminim mungkin terhadap lingkungan hidup. Temuan ini telah dijukan dalam sebuah paten desain baterai. Studi sudah dipublikasikan dalam Journal of the Electrochemical Society edisi 20 Juni. (MFA)