Apa yang Diharapkan dari Konferensi Iklim

 Apa yang Diharapkan dari Konferensi Iklim

Ilustrasi Perubahan Iklim (Gambar: kompas)


Medialingkungan.com – Dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Iklim yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 September di New York, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berharap untuk memperoleh komitmen dan tindakan yang jelas terhadap hutan.

Selama KTT, negara hutan tropis memiliki kesempatan untuk mempresentasikan tindakan segera pada deforestasi dan restorasi hutan, termasuk tindakan yang memerlukan dukungan internasional.

Sementara itu, negara-negara maju dapat untuk menyatakan dukungan berupa kekuatan finansial yang akan memungkinkan manajemen yang lebih dalam mewujudkan hutan lestari.

Deklarasi di New York diharapkan untuk mengkatalisis tindakan sektor publik dan swasta, serta masyarakat sipil, untuk memerangi penggurunan dan memastikan reboisasi.

“Deklarasi ini diterbitkan bersama-sama dengan serangkaian komitmen konkrit dan nyata untuk berbagai lembaga multilateral, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan dan masyarakat sipil untuk bertindak di bidang kehutanan,” ungkap UNFCCC pada rilis resminya.

Mengapa hutan disebut pusat dalam memerangi perubahan iklim

Menurut Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), tindakan kehutanan sangat penting jika pemanasan global tetap di bawah 2° C sebagai ambang batas yang ditetapkan.

Setiap tahun, lebih dari satu juta hektar hutan terus menghilang di seluruh dunia. Emisi CO2 beredar ke atmosfer karena pemotongan dan pembakaran pohon serta biomassa lainnya — mencapai sekitar 20% dari total emisi gas rumah kaca (GRK).

Pertemuan di New York diperkirakan akan mencapai komitmen kunci yang terkait dengan program REDD + (Pengurangan Emisi dari Degradasi dan Deforestasi Hutan), pelestarian dan peningkatan cadangan karbon dan pengelolaan hutan lestari di negara berkembang.

Tahun lalu, pemerintah menyelesaikan pedoman metodologis untuk REDD +, dan meletakkan fundamental dasar untuk pelaksanaannya.

Meningkatkan ambisi untuk mengatasi perubahan iklim telah di kunci tahun ini dalam pekerjaan UNFCCC, baik selama pertemuan tim ahli teknis yang diselenggarakan selama 2014, maupun melalui tindakan di hutan.

Dalam salah satu pertemuan di Bonn (Jerman), China dan Brazil melaporkan status inisiatif yang sedang berlangsung baik di lapangan.

Cina yang telah berjanji untuk meningkatkan luas hutan pada tahun 2020 mengumumkan bahwa sekarang telah mencapai lebih dari setengah dari tujuannya dalam hal ini. Selain itu, juga bertujuan untuk mengintegrasikan karbon hutan dalam sistem nasional hak emisi perdagangan.

Seperti halnya Cina, Brasil yang menjadi tuan rumah sebagian besar hutan hujan Amazon, mengumumkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir — ia telah berhasil mengurangi laju deforestasi dan dapat mengurangi lebih lanjut, dengan dukungan internasional. (MFA)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *