BPH Migas: BBG Segera Digunakan untuk Transportasi Kereta Api dan Kapal Laut

 BPH Migas: BBG Segera Digunakan untuk Transportasi Kereta Api dan Kapal Laut

Ilustrasi (Gambar: presstv)


Medialingkungan – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan proyek percontohan (pilot project) pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk moda transportasi kereta api dan kapal laut akan segera dilakukan.

“Saya sudah bilang ke Dirjen Migas Kementrian ESDM, PT KAI dan Pelni. Kita mau ada MoU (nota kesepahaman) soal konversi ke BBG, mudah-mudahan bulan ini bisa diteken,” ujar Direktur Gas BPH Migas, Djoko Siswanto di Batam, Kepulauan Riau, dilansir oleh antaranews.com, Rabu (18/2).

Proyek percontohan itu, menurut Siswanto dilakukan untuk bisa menggenjot penggunaan bahan bakar gas dalam rangka konversi dari bahan bakar minyak.

Ia menuturkan, dalam kerja sama itu nanti, Kementerian ESDM akan menyiapkan konverter kit, PT KAI dan Pelni menyiapkan kereta dan kapal yang bahan bakarnya bisa dikonversi, sedangkan PT PLN, Pertamina Gas dan PGN menyiapkan fasilitas gasnya.

“Sementara Ditjen Perhubungan Laut nanti harus siapkan lahan di pelabuhan untuk SPBG, pemanfaatan gas untuk kereta api dan kapal laut memungkinkan untuk dilakukan. Pasalnya, negara lain seperti Kanada dan Norwegia telah menerapkannya dengan sukses,” ujarnya. 

Direktur BPH Migas itu menambahkan bahwa berdasarkan persyaratan internasional, kapal-kapal Indonesia sudah dilarang masuk ke Eropa karena berbahan bakar solar, katanya. 

“Untuk kapal, peraturan internasional menyatakan kapal kita tidak bisa ke Eropa karena masih pakai solar. Seharusnya 70 persen sudah dicampur gas alam cair (liquefied natural gas/LNG),” katanya.

Siswanto juga memaparkan, dalam studi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), sudah ada 286 lokomotif kereta yang bisa dikonversi agar bisa menggunakan gas sebagai bahan bakarnya.

Selain alasan ramah lingkungan, Siswanto beranggapan konversi ke gas diklaim bisa menghemat penggunaan bahan bakar minyak untuk kereta api yang per tahun menghabiskan 108.000 kiloliter. (HD)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *