Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Grafik Tutupan Hutan di Kuningan Terus Alami Kenaikan
Kabupaten Konservasi Kuningan (gambar:pr)
Medialingkungan.com – Luas wilayah ‘tutupan’ hutan dari tanaman pohon sebagai langkah reboisasi di Kabupaten Kuningan hingga saat ini masih terus mengalami penambahan. Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kuningan, Ukas Suharfaputra, “wilayah tutupan hutan di daerahnya saat ini sudah mencapai angka melebihi 40 persen dari luas wilayah Kabupaten Kuningan.”
Demikian dikemukakan Ukas, saat ditemui Pikiran Rakyat di sela-sela acara seminar Lingkungan Hidup yang diselenggarakan Lembaga Swadaya Masyarakat Aktivitas Anak Rimba (Akar) Kuningan, di gedung kesenian Kabupaten Kuningan, Senin (16/6/2014).
“Seandainya ada kebijakan setiap daerah harus memiliki luas wilayah tutupan hutan lebih dari 50 persen pun, saya yakin di Kuningan masih mudah untuk diwujudkan,” ujar Ukas.
Dia menyatakan, penghijauan wilayah di Kabupaten Kuningan terbilang mudah dan tidak menemui kesulitan, hal ini dilatar belakangi beberapa faktor pendukung. Ia menyebutkan kebijakan dari Pemkab Kuningan yang telah menyatakan Kuningan sebagai kabupeten konservasi disertai berbagai gerakan pendukung, serta adanya dukungan langsung serta tidak langsung dari masyarakat ditengarai sebagai pemulus terciptanya kondisi optimal kawasan hijau.
Masyarakat dalam hal ini berperan pada penyelenggaraan kegiatan-kegiatan lingkungan yang mengikuti berbagai program penghijauan dari pemerintah.
Perkembangan luas wilayah tutupan hutan di Kabupaten Kuningan dalam beberapa tahun terakhir, juga menyedot perhatian dari kalangan akademisi di sejumlah negara pada wilayah Asia Pasifik yang tergabung dalam Asia Pacific Forestry Resources Network (jaringan sumber daya kehutanan Asia Pasifik).
Delegasi yang hadir di Kuningan awal 2013 lalu, bahkan menyatakan perkembangan luas tutupan hutan di Kabupaten Kuningan cenderung mengalami fluktiasi. Pada saat-saat tertentu, luas areal hutan di Indonesia mengalami penurunan drastis, namun di Kuningan dalam beberapa tahun terakhir justru mengalami kondisi yang sebaliknya.
Seminar yang diselenggarakan LSM Akar, Senin (16/06) mengangkat tema ‘Pengelolaan Daerah Resapan Air’. Seminar tersebut diikuti para peserta pelajar Sekolah Lanjutan Adven (SLA) dan mahasiswa, terutama dari kalangan pencinta alam.
Lansiran pikiran rakyat merilis, seminar ini dihadiri tiga orang nara sumber utama. Terdiri atas Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kuningan Ukas Suharfaputra, Kepala Bidang Konservasi Lingkungan pada Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Kuningan Lya Priliyawati, dan Kepala Seksi Konservasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kuningan Rismunandar.
Melalui seminar itu, kata Ketua Dewan Anggota Akar, Maman Mejique dan Ketua Pelaksana seminar menyebutkan, LSM Akar yang bergerak di bidang lingkungan hidup, olah raga, dan seni, ini bertujuan untuk menggugah kembali perhatian masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup.
“Melalui seminar ini, kami mengharapkan segenap peserta seminar bisa memberikan contoh dan bisa menyosialisasikan gerakan konservasi alam, serta manajemen pengelolaan daerah resapan air yang baik dan benar,” kata ketua pelaksana seminar tersebut Iwan Kusdiawan. (MFA)