KKP Kembangkan Model Tambak Udang ‘Eco-Culture Vaname Estate’

 KKP Kembangkan Model Tambak Udang ‘Eco-Culture Vaname Estate’

Tambak budidaya udang intensif yang siap menrapkan model ‘Eco-Culture Vaname Estate’ (gambar:dok)


Medialingkungan.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk menjadikan komoditi udang sebagai penghasil devisa terbesar di Indonesia. Setelah berhasil mengembangkan budidaya udang super intensif, kini model tambak udang Eco-Culture Vaname Estate, yaitu tambak udang ramah lingkungan bakal dikembangkan lebih jauh lagi.

Sistem yang akan dilakukan itu memadukan tambak teknologi super intensif dengan unit pembesaran, unit pengolahan air, unit pengolahan udang dan unit pendukung seperti gudang dan pemukiman petambak.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Sutardjo mengatakan, sejalan dengan keberhasilan yang telah diraih selama ini, maka Indonesia dinilai telah mampu menguasai teknologi tambak udang Eco-Culture Vaname Estate.

Ia menerangkan, salah satu perencanaan strategis yang lahir dari penelitian ini adalah konsep pengembangan Eco-Culture Vaname Estate. Salah satu hasil penelitian pada kawasan dengan kriteria layak produksi udang Vaname yang telah dipanen sebanyak tiga kali yaitu pada pemeliharaan hari ke 70, 90 dan hari ke 105, katanya.

Penelitian yang dilakukan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP). Bertempat di Desa Punaga, Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Akan menjumlah total produksi dari tiga kali panen dengan tiga petak kepadatan 750 ekor/m2; 1.000 ekor/m2; 1.250 ekor/m2diestimasi sebesar 37 ton udang Vaname, Ujarnya.

Kinerja ini tentu menjadi prospek cerah bagi dunia usaha akuakultur karena pada tambak ukuran 1000 m2 didapatkan produksi yang sangat besar nantinya, tambahnya. (AP)

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *