Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Penanggulangan Titik Api Di Riau Belum Optimal
Ilustrasi (Gambar: Ellia Seider)
Medialingkungan.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya menyatakan, pemerintah hingga saat ini terus berupaya untuk mengurangi asap akibat masih adanya kebakaran lahan dan hutan (hotspot) di Riau.
Menurut dia, berbagai macam cara sudah dilakukan untuk mengatasi kebakaran di Riau, termasuk dengan modifikasi cuaca oleh Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla).
“Pada hari Kamis (05/03) lalu kita bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan penaburan benih-benih hujan, yaitu dengan garam 2,5 ton,” ujar Siti di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/03).
Setelah adanya penebaran garam itu, ia mengaku mendapat laporan bahwa pada Sabtu-Minggu pekan lalu Riau dan sekitarnya mulai diguyur hujan deras. Ibu menteri KLHK ini juga menambahkan akan terus memantau perkembangan kualitas udara di Riau saat ini.
Menteri lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu lantas memaparkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), jika ISPU masih di bawah 50 berarti masih baik, tapi jika di atas 51 itu sedang, kalau di atas 100 itu jelek. “Saya punya alat kontrol itu dan beserta laporan cauacanya,” ucapnya.
Dia mengatakan langkah lain yang dilakukan pemerintah dalam menekan angka hotspot dalah penindakan dan pencegahan. Untuk pencegahan, langkah yang dilakukan adalah pembuatan sekat-sekat kanal di areal gambut, patroli wilayah dan peningkatan partisipasi dunia usaha, katanya.
Siti berharap pencegahan ini mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah daerah sehingga bisa mengurangi titik hotspot di Riau dan sekitarnya, dikuti JPPN.com, Kamis (12/03). (Iswanto)