Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Penilti Asal Belanda dan Tanzania Tertarik Meniliti Sungai Citarum
Sungai Citarum yang Akan Dijadikan Penelitian Dari Negara Belanda dan Tanzania (Gambar: lensaindonesia)
Medialingkungan.com – Sungai Citarum yang berada di Provinsi Jawa Barat (Jabar) kini menjadi perhatian dunia karena masuk dalam kategori sungai terkotor, membuat para peneliti lingkungan asal Belanda dan Tanzania tertarik untuk menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam meneliti berbagai permasalahan yang terjadi di Sungai Citarum.
‘’Kami sangat tertarik meneliti Sungai Citarum karena kalau bisa menyelesaikan masalah di sini, maka sungai yang lain bisa kami selesaikan dengan baik,’’ ujar Director Institute for Science Innovation and Society (ISiS) dari Belanda, Prof. Dr. AJM Smith kepada wartawan usai bertemu dengan Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, Kamis (28/01).
Smith mengungkapkan, kami melakukan penelitian ini karena sangat tertarik dengan permasalahan Sungai Citarum. Ia menambahkan, sebab bukan hanya sampah dan banjir saja yang terjadi, tapi berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
“Itu perlu melibatkan semua pihak, Kalau hanya pemerintah saja saya rasa begitu sulit. Karena, sudah pernah terjadi di Jerman, Tanzania, Newzeland dan Belanda,” kata Smith.
Menurut Smith, kerja sama dengan Pemprov Jabar dijalin karena pihaknya ingin berbagai ilmu dan pengalaman. Apalagi, Sungai Citarum sudah sangat terkenal karena kondisinya yang begitu kotor. Untuk menyelesaikan masalah ini, penyadaran manusia menjadi sangat penting. Karena, kerusakan tersebut salah satu penyebab kurangnya kesadaran dari masyarakat sendiri.
Ia yakin, kalau masyarakat sudah sadar pada program pembenahan Sungai Citarum maka mau tidak mau semuanya akan berhasil. Jadi, ia sebagai peneliti saling belajar dan bertukar informasi dengan Indonesia.
‘’Kami berikan pengetahuan yang kami miliki, dan kami pun belajar dari kondisi di Indonesia. Ini persoalan yang sangat kompleks,” pungkas Smith.
Di lain hal, Ketua Prodi Master dan Doktoral Teknik Lingkungan, Institut Teknik Bandung (ITB), Dwina Rosmini, para peneliti lingkungan asal Belanda dan Tanzania memang tertarik untuk meneliti kondisi Sungai Citarum. Walaupun, sebenarnya kerja sama penelitian tentang Citarum sendiri sudah sering dilakukan. Terutama, dengan peneliti dari ITB yang sudah dilakukan sekitar 4 tahun lamanya.
“Banyak kerja sama yang bisa dilakukan, Bisa pertukaran teknologi, bertukar informasi. Yang jelas Kami berpikir untuk menyelesaikan bersama-sama,” ungkap Dwina.
Dwina menjelaskan, kerja sama penelitian yang diminati para peneliti Belanda dan Tanzania akan fokus pada beberapa hal nantinya. Terutama, pada keberlangsungan lingkungan hidup dan memperbaiki kualitas air Sungai Citarum. Terlebih masalah ini sudah menjadi perhatian dunia internasional.
Menurut Dwina, semua orang harus memiliki perencanaan. Jadi, tak hanya dari sisi kontruksi yang diperbaiki saja, tetapi bagaimana agar membuat semua masyarakat sadar dan lebih peduli terhadap lingkungan.(AH)