Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Riset: Pola Angin Mempercepat Peningkatan Permukaan Air Laut di Antartika
Wilayah Antartika yang mencair dengan kecepatan yang signifikan (gamar : dok)
Medialingkungan.com – Hasil riset terbaru dari ilmuwan Australia memebrika sebuah peringatan bahwa pergeseran pola angin akan membawa air laut yang lebih hangat ke sekitar Antartika. Akibatnya, akan ada kecenderungan pencairan es lebih cepat sehingga mendorong naiknya permukaan laut.
Para saintis dari University of New South Wales (UNSW) katanya memiliki model — bagaimana pergeseran pola angin dapat menarik arus air hangat sampai ke dasar tumpukan es raksasa.
“Kami menemukan dengan menggunakan kekuatan angin yang diproyeksikan sampai akhir abad ini, bahwa air hangat cenderung membanjiri daratan, tepat di sebelah jalur paling bawah lapisan es glasial,” kata Paul Spence dari Pusat Riset Perubahan Iklim (Climate Change Research Centre) di UNSW.
Secara normal, sambungnya, air bersuhu dingin berada pada tepat disekitar tumpukan es dengan suhu kurang dari 0 derajat, lalu berada dibawahnya air hangat meskipun sulit menembus permukaan dinding-dinding es itu.
“Apa yang biasanya kita miliki adalah air dingin berada di samping tumpukan es di sekitar minus 2 derajat Celcius, dan kemudian air hangat berada lebih dalam di bawah permukaan.”
Periset itu mendapati bahwa air hangat dapat empat derajat lebih hangat daripada air dingin yang digantikan.
“Ini bisa menyebabkan peningkatan besar dalam jumlah lapisan es yang mencair, dengan konsekuensi langsung menyebabkan kenaikan permukaan laut global,” kata Dr Spence.
Ini adalah peringatan terbaru yang disuarakan para ilmuwan, bahwa semua itu tidak baik pada benua selatan es yang luas itu.
Para Glasiologis telah memperingatkan bahwa mencairnya beberapa lapisan es yang tidak stabil di Antartika Barat mungkin sekarang ireversibel, sementara yang lainnya telah mencatat lenyapnya es yang mecemaskan di lapisan es Antartika yang luas dan lebih stabil.
Sekelompok saintis dari UNSW dan Australian National University (ANU) untuk pertama kalinya memilliki model bagaimana suhu laut sub-permukaan turun ke 700 meter yang mengubah dengan cepat di sekitar Antartika karena pergeseran pola angin, yang dianggap sebagian karena pemanasan global.
Para saintis itu sungguh terkejut dengan ukuran dan kecepatan apa yang mereka temukan.
Dr. Paul Spence mengatakan riset tersebut menunjukan bahwa penghangatan sub-permukaan dua kali lipat tingkat yang diperkirakan sebelumnya.
Tetapi para saintis tidak dapat mempredisi kapan air hangat ini akan memicu lenyapnya lapisan es tersebut. (MFA)
Sumber:ABC Australia