Robinson: Para Pimpinan Pasifik Harus Satukan Suara di COP21

 Robinson: Para Pimpinan Pasifik Harus Satukan Suara di COP21

Sekretaris Jenderal utusan khusus PBB tentang perubahan iklim, Mary Robinson (kiri) di Grand Pacific Hotel pada pertemuan Pacific Islands Development Forum kemarin (04/09). (Gambar: Jona Konataci)


Medialingkungan.com – Petinggi PBB tentang perubahan iklim, Mary Robinson ingin para Pemimpin di Pasifik untuk bersatu menghadapi konferensi perubahan iklim Desember mendatang di Paris.

Robinson adalah PBB Sekretaris Jenderal utusan khusus tentang perubahan iklim. Dalam sambutan terakhirnya di forum Pacific Island Development yang ketiga di Grand Pacific Hotel, di Suva, Fiji, kemarin (04/09), Ms. Robinson menekankan bahwa pemimpin harus bersatu dan satu suara pada Conference of Parties (COP 21).

Robinson mengatakan tersisa kurang lebih 12 minggu hingga COP 21 dibuka. Kelihatannya ia begitu senang pasca mengetahui para pemimpin pacifik telah mengesahkan Deklarasi Surva untuk bekal pada konferensi akbar tentang perubahan iklim tersebut.

Menurutnya, banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan dicermati dalam konferensi, mulai 30 November – 11 Desember, Negara-negara kepulauan kecil  menuntut komitmen kuat untuk memangkas emisi karbon yang dihasilkan negara-negara maju.

Pada COP 21, masyarakat internasional bertujuan untuk mengeluarkan kesepakatan iklim, yang akan memberikan pengaruh, khususnya bagi masyarakat di wilayah Pasifik, serta masyarakat seluruh dunia — selama beberapa dekade yang akan datang.

Menurut Robinson, orang-orang Pulau Pasifik adalah garis depan dalam perubahan iklim, dan para pemimpin harus membuat pengajuan yang sangat kuat dari pengalaman mereka.

Dikutip dari Sun, perubahan iklim di Pasifik menyebabkan banyak anak-anak hidup menderita. Untuk itu, Robinson mendesak para pemimpin untuk menggunakan cara lain untuk menyuarakan keprihatinan mereka tentang dampak perubahan iklim.

Pertemuan perdana untuk mempersiapkan para pemimpin ke COP21 adalah Sustainable Development Summit 2015 PBB yang dimulai pada 25-27 September 2015, di New York.

Kemudian pertemuan berikutnya adalah pertemuan tahunan IMF/Bank Dunia, di mana para menteri keuangan akan berupaya memberikan masukan untuk mengatasi perubahan iklim pada Oktober 9 medatang.

Dan pertemuan ketiga yakni Commonwealth Heads of Government Meeting (CHOGM) di mana kepala pemerintahan dari banyak pulau berkembang di dunia, termasuk negara-negara kecil akan hadir.

Dia mendesak para pimpinan di Pasifik untuk menghadiri pertemuan-pertemuan ini dan menyuarakan keprihatinan mereka tentang perubahan iklim. (Fahrum Ahmad)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *