Sejumlah Menteri Kerjasama Atasi Kekeringan

 Sejumlah Menteri Kerjasama Atasi Kekeringan

Kekeringan yang melanda Kabupaten Bogor (Gambar: bogornet)


Medialingkungan.com – Kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia membuat para petani putar kepala untuk menemukan cara dalam mengatasi kekeringan. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (KATR) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) saat ini mengeluarkan instruksi menteri bernomor 5/Ins/VIII/2015 tentang Penyediaan Sumber Air di Atas Tanah Negara, Tanah Hak Guna Usaha atau Hak Guna Bangunan.

“Instruksi ini dikeluarkan untuk membantu masyarakat pada musim kemarau panjang ini, terutama dalam membantu menemukan sumber-sumber air bersih. Baik untuk keperluan rumah tangga maupun untuk kebutuhan masyarakat lainnya,” ujar Menteri ATR, Ferry Mursyidan Baldan, seperti yang dikabarkan metrotvnews, Rabu (05/08).

Kepala BPN menugaskan seluruh kepala Kantor Wilayah BPN dan Kepala Kantor Pertanahan di Indonesia untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi tanah negara yang memiliki sumber air untuk mengatasi masalah kelangkaan air pada musim kemarau.

Dia juga melakukan kordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) beserta dinas yang terkait. “Tidak luput juga yang memiliki hak guna atau yang menguasai tanah negara. Mereka mesti menyiapkan lahan dan melakukan pengeboran sebagai sumber air bagi masyarakat,” ucap Ferry.

Menurut situs resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), menyatakan Negara Indonesia mesti waspada pada kekeringan di berbagai wilayah dan cuaca panas akan terus bergejolak hingga bulan November mendatang.

Lanjut terkait prediksi kekeringan oleh LAPAN, penyebab panjangnya musim panas tersebut diakibatkan oleh El Nino berskala moderat hingga kuat dengan indeks berkisar 1,59 hingga 2,5 masih akan terjadi dengan peluang di atas 95 persen.

Pernyataan yang diungkapkan oleh lembaga pemerintah nonkementerian itu tak mengada-ngada. Sebab potensi kekeringan tersebut berdasarkan hasil prediksi curah hujan musiman dari Model International Research Institute for Climate and Society (IRI). (Angga Pratama)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *