Terancam Punah Rafflesia dan Amorphopallus, LIPI Susun Strategi Konservasi

 Terancam Punah Rafflesia dan Amorphopallus, LIPI Susun Strategi Konservasi

Bunga Rafflesia yang berada di kebun raya bogor (Gambar: mongabay)


Medialingkungan.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menyusun Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) untuk flora jenis Rafflesia dan Amorphophallus.

Untuk penyempurnaan draft SRAK ini, LIPI menyelenggarakan Lokakarya Nasional Penyusunan SRAK Rafflesia dan Amorphophalus di Hotel Salak the Herritage, Bogor pada Selasa, (16/06).

Sebelumnya, LIPI telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) terkait SRAK ini di Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya LIPI, Bogor pada tanggal 13 Februari 2015. Kemudian, FGD kedua dilaksanakan di Bengkulu pada 15 April 2015 yang dilanjutkan dengan lokakarya regional pada 5 Mei 2015.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Enny Sudarmonowati mengungkapkan tumbuhan kharismatik tersebut memang sudah masuk ke dalam daftar jenis tumbuhan dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 Tahun 1999.

Dia juga menjelaskan Rafflesia telah ditetapkan sebagai Puspa Langka Nasional menurut Keputusan Presiden No. 4 Tahun 1993 tentang Puspa dan Satwa Nasional, bahkan jenis-jenis Rafflesia dikategorikan sebagai spesies prioritas konservasi nasional berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No: P. 57/Menhut-II/2008, tentang Arahan Strategis Konservasi Spesies Nasional 2008–2018.

“Namun demikian, keberadaan kedua spesies raksasa kharismatik tersebut belum dimasukkan ke dalam pertimbangan perencanaan pembangunan. Jika tidak ditangani dari sekarang, maka kepunahan sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat sementara tahapan dari penelitian hingga bisa diaplikasikan untuk konservasi membutuhkan waktu yang lama,” ucapnya.

Ia menegaskan, data dan rekomendasi ilmiah untuk konservasi kedua jenis flora ini sulit diimplementasikan tanpa kerja sama dengan KLHK sebagai pemegang otoritas manajemen konservasi dan keanekaragaman hayatinya serta peran berbagai pihak terkait layaknya lembaga penelitian, perguruan tinggi, LSM, serta pemerintah daerah di mana tercatat keberadaan kedua spesies ini.

Sementara itu, Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya LIPI, Didik Widyatmoko menyebutkan, pihaknya sangat mendukung penyusunan SRAK Rafflesia dan Amorphophallus dan akan mengambil peran signifikan dalam rangkaian penyusunannya.

“Lokakarya nasional kali ini diharapkan menghasilkan dua draf final SRAK Rafflesia dan Amorphophallus yang siap disahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya. Ini merupakan salah satu capaian Indonesia dalam implementasi target-target Global Strategy for Plant Conservation (GSPC),” ungkapnya. (Siaran Pers)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *