Tiongkok Membuat Inovasi Baru ‘Petasan Ramah Lingkungan’

 Tiongkok Membuat Inovasi Baru ‘Petasan Ramah Lingkungan’

Ilustrasi (Gambar: tionghoa)


Medialingkungan.com – Dalam menyambut Tahun baru China (Imlek) Tiongkok buat inovasi baru dengan memperkenalkan Petasan yang ramah lingkungan pada perayaan Tahun Baru Cina 2015 untuk mengurangi dampak lingkungan di negara tersebut.

Produk petasan ramah lingkungan yang dibuat kali ini lebih mengutamakan kandungan bubuk hitam dan sejumlah bahan kimia dengan kandungan logam berat dan sulfur yang lebih rendah, ujar Direktur Institut Keamanan Lingkungan dan Publik, Ma Jun, dilansir oleh antaranews.com, Rabu, (18/2).

“Tradisi Imlek ini memang tidak bisa dipisahkan dengan petasan, pasalnya dalam penyalaan petasan orang tionghoa percaya mampu mengusir kekuatan setan dan energi negatif. Namun, fakta yang ada tradisi tersebut telah menjadi salah satu penyebab meningkatnya polusi udara,”ungkapnya.

Fakta tersebut dibuktikan dengan mengambil contoh pada perayaan Imlek tiga tahun lalu tepatnya pada 22 Januari 2012, sehari setelah perayaan Imlek tersebut, alat pengukur polusi udara di Chengongzhuang, Beijing, mencatat tingkat partikel polutan PM 2,5 meningkat dari 40 mikrogram pada pukul 06.00 menjadi 1.593 mikrogram per meter kubik pada tengah malam, kata Ma Jun.

Ia manambahkan hal ini membuat pemerintah Cina membatasi penggunaan petasan dan kembang api setiap perayaan imlek dalam tiga tahun terakhir.

Sementara itu, Wakil Manajer Umum Lidu Fireworks Hou Zhongping mengatakan “Beberapa produsen petasan dan kembang api di Cina seperti Panda Fireworks dan  Lidu Fireworks telah memproduksi petasan ramah lingkungan. Kami sudah memproduksi petasan dan kembang api ramah lingkungan mulai tahun ini.”

Dilain hal, pemilik toko kembang api dan petasan, Wang Sheng, dalam wawancara dengan media lokalmenuturkan harga petasan dan kembang api ramah lingkungan lebih mahal daripada produk tak ramah lingkungan, yaitu sekitar 600 yuan atau lebih mahal 10-15 persen dari petasan biasa. (DE)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *