Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
WHO : 7 Juta Orang Meninggal Karena Polusi
Tingginya emisi hasil pembakaran kendaraan mengakibatkan polusi udara terutama di perkotaan
Medialingkungan.com – Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maret lalu menyebutkan, tujuh juta kematian prematur, satu dari delapan kasus kematian di dunia, dipicu oleh polusi udara. Menurut WHO, jumlah itu naik dua kali lipat dari perhitungan sebelumnya. Polusi udara menjadi penyebab satu dari delapan kematian yang terjadi di seluruh dunia pada 2012.
Sebagian besar kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat menjadi wilayah dengan korban polusi udara terbesar. Total 3,3 kematian akibat polusi udara dalam ruang dan 2,6 juta kematian akibat polusi luar ruang terjadi di wilayah ini.
Dr. Carlos Dora, Koordinator Kesehatan Masyarakat WHO menyatakan, polusi udara adalah hasil kebijakan yang tidak ramah lingkungan baik di sektor transportasi, energi, limbah maupun industri.
“Kebijakan (transportasi, energi, limbah dan industri) yang lebih sehat tidak hanya akan menghemat biaya kesehatan dalam jangka panjang namum juga bermanfaat bagi iklim,” tuturnya.
Pada tahun lalu, badan penelitian kanker WHO, International Agency for Research on Cancer (IARC) mengingatkan udara yang dihirup telah dikotori oleh zat yang menyebabkan kanker dan seharusnya secara resmi ditetapkan beracun bagi manusia.
WHO menegaskan upaya pengurangan polusi di dalam dan di luar rumah dapat menyelamatkan jutaan nyawa di masa depan. Kematian akibat polusi udara biasanya terjadi dalam bentuk penyakit jantung, stroke, penyakit paru-paru kronis, infeksi saluran udara, dan kanker paru-paru.
“Bukti yang ada menunjukkan bahwa kita harus melakukan aksi bersama untuk membersihkan udara yang kita hirup,” kata Kepada Departemen Lingkungan dan Kesehatan Sosial WHO, Maria Neira.
“Risiko polusi udara saat ini jauh lebih besar dibanding yang sebelumnya kami pikirkan, terutama untuk penyakit jantung dan stroke,” tambah Neira.
Udara biasanya dikotori oleh kendaraan, pembangkit listrik, emisi industri dan pertanian, serta alat pemanas rumah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tingkat polusi di luar rumah telah naik secara signifikan di beberapa negara dengan populasi besar dengan tingkat industrialisasi yang cepat seperti Tiongkok dan India.
Ahli kesehatan publik WHO, Carlos Doram, mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk segera bertindak atas bukti-bukti tersebut dengan menerapkan kebijakan pengurangan polusi udara. “Polusi udara sering kali disebabkan oleh kebijakan yang tidak berkelanjutan di sejumlah sektor seperti transportasi, energi, manajemen sampah, serta industri,” kata dia. (MFA)