Angin Darat Pengaruhi Armada Penyebrangan Laut Untuk Sandar

 Angin Darat Pengaruhi Armada Penyebrangan Laut Untuk Sandar

KMP Titian Murni setidaknya membutuhkan waktu satu jam untuk dapat merapat kembali ke Dermaga II (Gambar:istimewa)


Medialingkungan.com – Angin kencang dari darat membuat Kapal feri ‘roll on roll off’ (ro-ro) Titian Murni yang berlayar di Selat Sunda kesulitan sandar di Dermaga II Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni di Lampung Selatan.

Manajer Operasional PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Heru Purwanto di Bakauheni, mengatakan kecepatan angin tersebut mencapai 20 knot, yang membuat tiga kapal feri kesulitan sandar.

“Angin darat sangat mempengaruhi armada penyeberangan untuk sandar, mengingat pada saat kapal feri itu berusaha merapat akan terdorong menjauh,” kata Heru .

Menurutnya, KMP Titian Murni setidaknya membutuhkan waktu satu jam untuk dapat merapat kembali ke Dermaga II, karena kecepatan angin yang tinggi tersebut. Sedangkan KMP Nusa Mulya, kata dia, harus dibantu dengan tug boat (kapal penarik) agar dapat merapat ke Dermaga III.

“Akibat kesulitan sandar kapal feri tersebut, fasilitas vendor atau penahan kapal sandar rusak dan jatuh ke laut akibat tersenggol kapal Titian Murni yang gagal sandar itu,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan vendor tersebut tidak mempengaruhi kapal lainnya untuk sandar maupun keluar. “Kalau posisi vendor melintang barulah mengakibatkan kesulitan bagi kapal lainnya,”ungkapnya. (DN)

 

 

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *